Lebih Samar dari Jejak Semut di atas Batu Hitam di tengah Kegelapan Malam

Janganlah engkau menjadikan si fulan (sebagai sekutu bagi Allah, pen) dalam ucapan-ucapan tersebut. Semua ucapan ini adalah perbuatan SYIRIK.” (HR. Ibnu Abi Hatim)

Kaum muslimin yang semoga selalu mendapatkan taufiq Allah Ta’ala. Kita semua telah mengetahui bahwa Allah adalah satu-satunya Rabb (Tuhan) alam semesta, Yang menciptakan kita dan orang-orang sebelum kita, Yang menjadikan bumi sebagai hamparan untuk kita mencari nafkah, dan Yang menurunkan hujan untuk menyuburkan tanaman sebagai rizki bagi kita. Setelah kita mengetahui demikian, hendaklah kita hanya beribadah kepada Allah semata dan tidak menjadikan bagi-Nya tandingan/sekutu dalam beribadah. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (Al Baqarah [2]: 22)

Lebih samar dari jejak semut di atas batu hitam di tengah kegelapan malam

Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma –yang sangat luas dan mendalam ilmunya- menafsirkan ayat di atas dengan mengatakan,”Yang dimaksud membuat sekutu bagi Allah (dalam ayat di atas, pen) adalah berbuat syirik. Syirik adalah suatu perbuatan dosa yang lebih sulit (sangat samar) untuk dikenali daripada jejak semut yang merayap di atas batu hitam di tengah kegelapan malam.” Continue reading

Download Audio : Tawheed and Reflection on Surat Al-Ikhlas

Tauhidullah

Tauhidullah

Berikut adalah kajian bertema Tauhid dan Tafsir Surat Al-Ikhlas yang disampaikan oleh Shaikh Abu Ameenah Bilal Phillips dalam bahasa Inggris. Semoga bermanfaat. [Sumber : http://www.english.islamaway.com]

================================================================

Jauhkan Anak dari Tathoyyur!

ilustrasi

ilustrasi

Penyusun: Ummu Ziyad
Muroja’ah: Ust. Abu Mushlih Ari Wahyudi

DUK! Terdengar suara keras dari halaman. Ternyata si kecil Fida’ terjatuh keras. Lalu sang ibu pun tergopoh-gopoh berlari dari dalam. “Nah… nak… itu tandanya harus berhenti main. Ayo masuk rumah!” Lain lagi di rumah tetangga. Sang anak yang sudah berusia 11 tahun mendengar pembantu di dapur berkata, “Aduh… nasinya basah… siapa ya yang sakit di kampung?”

Wahai ibu… kasihanilah anakmu dan keluarga yang menjadi tanggung jawabmu di rumah. Sungguh dengan terbiasa melihat dan mendengar kejadian semacam itu, maka akan mengendap dalam benak mereka perbuatan-perbuatan yang tidak lain merupakan tathoyyur. Padahal tidaklah tathoyyur itu melainkan termasuk kesyirikan. Apakah kita hendak mengajarkan kepada anak kesayangan kita dengan kesyirikan yang merusak fitrah tauhid kepada Allah? Wal’iyyadzubillah. Continue reading

Syubhat Syirik dan Bantahannya

Tujuan Wisata Syirik

Tujuan Wisata Syirik

1.) Sebagian orang menyangka bahwa kesyirikan hanya berupa menyembah patung dan hanya haram bila yang melakukan adalah orang-orang kafir. Adapun menyembah kuburan wali apalagi yang melakukannya adalah orang islam maka tidak apa-apa.

Syubhat mereka ini sama halnya dengan menganggap bahwa khomer, zina, judi hanya haram bagi orang kafir saja dan bila dilakukan oleh seorang muslim maka tidak apa-apa. Yang demikian itu tentu jauh dari Islam itu sendiri. Continue reading