Konsultasi Ustadz

question-mark

Bingung mikirin soal matematika??…Maka jangan sekali-kali tanya ke ahli biologi, tapi tanyalah pada ahli matematika.

Nah, demikian juga bagi para pengunjung blog ini yang punya uneg-uneg permasalahan seputar Islam, dipersilahkan dengan senang hati untuk corat-coret uneg-unegnya di halaman ini. Insyaallah admin akan men”distribusi”kan uneg-uneg antum ke ahlinya dan dijamin (dengan izin Allah) akan meperoleh jawaban yang memuaskan melalui blog ini. Atau kamu juga bisa menanyakan langsung ke Ustadz Kholid Syamhudi, Lc dengan mengklik disini

Allah berfirman dalam surat An Nahl 43 :

فَسْأَلُوُاْأَهْلَ الذِّكْرِ اِنْكُنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ…

“….Bertanyalah kamu kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui”

9 Responses

  1. assalamuallaikum..

    Saya sendiri tdk tau… tp menurut saya kok ada yg janggal?
    ini pertanyaan dr teman saya ttp saya tdk yakin dlm menjelaskan…

    saya sendiri tdk yakin apa ejaan judul itu benar ato tdk, tetapi yg saya dengar sekitar kata itu..

    menurut dia, dirinya setelah mendapat hidayah dari Alloh Swt… ia seperti ada yang menggerakkan. seperti ketika akan solat malam secara kusuk…

    nah yg saya bingungkan dan agak ragu itu… teman saya bertanya kpd saya..
    “mas mas.. sampeyan pernah mengalami PRATAP”
    saya menjawab
    “apa Pratap itu”
    Teman saya
    “Pratap itu solat kusuk, seperti ada yg menggerakkan tubuh kita”
    Saya menjawab
    Lebih baik kamu pelajari tetang islam lebih mendalam dahulu baru kamu akan memahami arti2 itu..

    kata2 digerakkan itu lo yg mengiang d pikiran saya…. kok seperti menyimpang.

    assallamuallaikum warohmatullohi wabarokatu

    @aan blitar
    Wa’alaikumsalam. Pratap? Baru kali ini saya mendengarnya. Begini mas aan…Islam itu mudah dipahami oleh siapapun. Dan Islam pun telah menurunkan petunjuk bagi umat ini yaitu Al Quran dan al-Hadits. Selain itu, Islam jg mempunyai rujukan dari Ijma’ para Ulama yang mana ini berlaku manakala terjadi hal dalam agama ini yang tidak didapati di Al-Quran dan al-Hadits.

    Jadi, tanyakan saja ke temen mas aan tadi. Mana dalilnya yang mengatakan bahwa Pratap itu adalah shalat khusyu’? Pernahkan Rasulullah Shalallahu ‘alahi wasallam melakukan atau mengabarkan tentang hal itu? Jika tidak didapati jawaban yg mendasarkan diri dr ketiganya (al Quran, Hadits dan Ijma’ Ulama), maka amalan itu tadi adalah bathil / sesat. Lho kok bisa dikatakan sesat ? Dalilnya adalah :
    “Dari ‘Aisyah radliyallahu anha berkata, Rasulullah Shalallahu ‘alahi wasallam bersabda :”Barangsiapa yang mengerjakan amalan tanpa dasar perintah kami, maka ia (amalan itu) tertolak”(HR. Muslim)

    dalam redaksi yang lain,
    Dari ‘Aisyah radliyallahu anha berkata, Rasulullah Shalallahu ‘alahi wasallam bersabda :“Barangsiapa yang mengadakan di dalam urusan (agama) kami ini yang apa-apa yang tidak ada darinya, maka ia tertolak” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Jadi amalan yang dilakukan tanpa ada dasarnya, maka itu adalah hal baru dalam agama (muhdats), dan setiap muhdats adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat, sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘alahi wasallam bersabda :“…Dan setiap muhdats (perkara baru dalam agama) adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di Neraka” (HR. Muslim, Nasa’i, Ahmad dan Ibnu Majah).

    Adapun kiat-kiat untuk mendapatkan kekhusyu’an dalam shalat antara lain :

    1. Mangetahui makna / arti yang ia baca dalam shalatnya.

    2. Tidak menahan buang air besar atau kecil ketika shalat.

    3. Menghadap pembatas /sutrah ketika shalat. Dalam hal ini selain hal itu adalah sunnah Nabi Shalallahu ‘alahi wasallam, yang dimaksud adalah supaya pandangan kita dalam shalat terbatas, sehingga lebih terkosentrasi dalam shalat.

    4. Memakai alas sujud yang polos / tidak bergambar, sebagaimana yang pernah dilakukan Rasulullah Shalallahu ‘alahi wasallam yang beliau merasa terganggu ketika shalat dengan menggunakan kain yang bercorak.

    5. Memikirkan bahwa itu adalah shalat kita yang terakhir, sehingga kita akan bersungguh-sungguh di dalam shalat.

    6. Menghindari perasaan yg menggangu ketika shalat , misal : mengunci spda motor sebelum ikut shalat jamaah di masjid, mematikan HP, dll.

    Demikian mas aan dari blitar, mudah2an bisa bermanfaat dan dipahami. Dan Allah Ta’la jualah yang memberi taufiq…

  2. Assl ustadz, ana Skrg 23 tahun dan tengah akan menjalani taaruf dengan seorang akhwat melalui perantara murobbi (dan diikuti dg bertemu langsung – nadzhor). Hal2 apa saja kah yang perlu ana tanyakan saat taaruf dan bagaimana etika saat bertaaruf ? Jujur ustadz, ana kurang pedean klo harus bertemu dengan non-muhrim, bgmn saran ustadz? Syukron, Jazzakillah (Mohon klo bisa di-relpy ke email ana pula)

    @Adhi SUrahman
    Walaikumsalam akhi…
    Silakan antum baca artikel seputar nadzor, khitbah dan taaruf dengan mengklik di sini

    Semoga ktia semua bisa mengambil pelajaran dari artikel tersebut.

  3. Assl ustadz, saya ingin bertanya:
    ada seorang teman dekat saya, maaf ini agak saru. dia sangat hobi sekali lihat film “tit…..”, dia bertanya pada saya, sebenarnya dosa tidak sih??? lha dari pada saya zina??? mohon pencerahannya, soalnya saya takut salah menjelaskan padanya. terima kasih

    @riang
    W’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

    Manusia itu dikelilingi oleh 2 fitnah, yaitu fitnah syahwat dan fintah syubhat. Adapun dalam kasus itu, maka itu adalah fitnah syahwat. Definisi zina dalam arti sebenarnya, sebagaimana dalam surat an-Nuur (3), yaitu mengumpuli wanita tanpa akad nikah. Dan juga perkataan Syeikhul Islam Ibnu Taimyyah :”Zina yang harus dihukum pelakunya adalah bila ia benar menyetubuhi farji (kemaluan) wanita ”(Fatawa Syeikhul Islam Ibnu Taimyyah:6/393).
    Namun selain zina farji, juga ada zina aggota badan. Zina ini merupakan permulaan sebelum zina farji. Dan pada umumnya manusia melalaikannya. Rasulullah bersabda : “Telah ditetapkan bagi anak Adam bagian dia dari zina, dia pasti menjumpainya, zinanya 2 mata memandang, zinanya 2 telinga mendengarkan, dan zina lisan bicaranya, zinanya tangan menyentuhnya, zinanya kaki melangkahnya, sedangkan hati ingin dan berangan-angan, adapun farji ia yang melakukannya atau menolaknya”(HR. Muslim 13/125)

    Perbuatan memandang/melihat sesuatu yang haram (yaitu film/video porno) dengan alasan agar terhindar dari zina adalah keliru. Justeru itu adalah salah satu sarana/penyebab untuk berbuat zina, karena hal itu akan membangkitkan syahwat. Perhatikanlah oleh kita semua firman Rabbul ‘Alamin dalam surat an Nuur : 30 :”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya…””.
    Ahlul Hadits Imam Al-Albani rahimahullah berkata :”Ulama telah sepakat hukumnya haram melihat wanita yg bukan mahramnya atau melihat mahramnya jika bangkit nafsu birahinya”(Hijabul Mar’ah 1/42).

    Memang sabar menahan diri dari kemaksiatan justeru lebih berat daripada bersabar dalam ketaatan. Syaikh Al Utsaimin rahimahullah menjelaskan : “seperti misalnya cobaan yang menimpa seorang laki-laki berupa godaan wanita cantik yang mengajaknya untuk berzina di tempat sunyi yang tidak diketahui siapapun selain Alloh, sementara laki-laki ini masih muda dan memendam syahwat dalam dirinya. Maka bersabar agar tidak terjatuh dalam maksiat seperti ini menjadi lebih sulit bagi jiwanya. Bisa jadi mengerjakan sholat seratus rokaat itu lebih ringan baginya daripada harus menghadapi beratnya ujian semacam ini”. (Al Qoulul Mufid, Syaikh Al Utsaimin)

    Namun, coba kita fikirkan bahwa bersabar akan mendatangkan kecintaan Allah Ta’ala kepada kita, sebagimana dalam surat Ali Imron 146: “Alloh mencintai orang-orang yang sabar”. Tidak ada keinginan yang paling besar di dunia dan akhirat dari seorang hamba melainkan Allah Ta’ala mencintai dirinya. Inilah kenikmatan yg akan diraih oleh seorang hamba apabila ia mau bersabar.

    Nah, keyakinan bahwasannya Allah Ta’ala akan memberikan kenikmatan yg sangat besar pada diri orang yg sabar ini membutuhkan keimanan / keyakinan yang kuat. Perhatikanlah perkataan bagus Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah ini :”Maka kesabaran hamba untuk menahan diri dari perbuatan maksiat itu sangat tergantung dengan kekuatan imannya. Setiap kali imannya kokoh maka kesabarannya pun akan kuat… dan apabila imannya melemah maka sabarnya pun melemah… Dan barang siapa yang menyangka bahwa dia akan sanggup meninggalkan berbagai macam penyimpangan dan perbuatan maksiat tanpa dibekali keimanan yang kokoh maka sungguh dia telah keliru.” (Diterjemahkan dari artikel berjudul ‘Asyru Nashaa’ih libnil Qayyim li Shabri ‘anil Ma’shiyah, http://www.ar.islamhouse.com, diambil dari http://muslimah.or.id/nasihat-untuk-muslimah/10-nasihat-ibnul-qayyim-untuk-bersabar-agar-tidak-terjerumus-dalam-lembah-maksiat.html)

    Jadi saya heran juga kenapa juga menghindari perbuatan zina dengan beralih pada perbuatan zina yang lain. Seolah-olah solusi yg tepat adalah dg menonton film/video porno Iya kan? Maka tidak ada bedanya dengan orang yang menghalalkan mencuri harta orang lain demi menafkahi keluarganya. Karena seorang suami wajib menafkahi keluarganya, kalo tidak maka si suami berdosa. Padahal rezki Allah itu luas untuk dicari. Demikian jg dg solusi untuk mencegah perbuatan zina, Islam sudah memberi kabar akan hal itu.

    Justeru larangan Islam untuk mendekati sarana yang mendekatkan pada zina lebih kuat daripada berbuat zina. Syeikh Abdurrahman as-Sa’di menafsirkan surat al-Isra ayat 32 (coba dilihat maknanya di al-Quran), bahwa “Larangan mendekati perbuatan zina lebih kuat daripada larangan berbuat zina karena larangannya meliputi semua pembuka, penyebab dan pendorongnya. Bagaimana orang yang memelihara binatang ternaknya di sekitar tanah yang dilarang, amat dekat sekali (sangat berisiko) binatang itu masuk kedalamnya. Penyebab ini pada umumnya jiwa manusia kuat sekali keinginan untuk melampiaskannya. Zina dikatakan oleh Allah sebagai perbuatan fahisyah(keji) karena merupakan perbuatan keji menurut Islam, akal yang sehat dan fithrah yang suci serta melanggar ketentuan Allah, merusak kehormatan wanita, hak istri atau suami, merusak rumah tangga dan keturunan, ditambah lagi bahaya lainnya. Oleh karena itu, Allah menilai perbuatan zina paling buruk akibatnya sehingga di jatuh kepada perbuatan yang sangat besar dosanya” (Tafsir al-Karimur Rahman 1/457)

    Justeru dengan membiasakn diri menonton film/video porno akan mebuka pelauang besar bg dia untuk berzina. Saya khwatir kalo suatu waktu ketika ia berada dlm kondisi sbgaimana kondisi yg dialami oleh Nabi Yusuf ‘alahissalam, yaitu kondisi dimana untuk berbuat zina sangat memungkinkan (tidak ada org yang melihat keduanya utk melakukan zina), ia (teman anda) itu tidak mampu menolak segaimana tolakan Nabi Yusuf ‘alaihisalam dikarenakan keimanan ia lemah akibat kebiasaan berbuat sesuatu yg haram (yaitu membiasakan diri menonton film/video porno). Na’udzubillah

    Adapun untuk mencegah perbuatan zina tentu Islam sudah memberi solusinya. (diambil dari majalah Al-Furqon, edisi 09 tahun ke-8 1430/2009, halaman 10-11, dengan sedikit ringkasan)
    • Segera menikah apabila sudah mampu menafkahi diri dan keluarga
    • Sering berpuasa sunnah bila belum mampu menikah
    • Segeralah menikah bila takut terjatuh pada perbuatan zina
    • Hendaklah menjaga anggota badannya dari zina anggota badan seperti keterangan hadits di atas
    • Menjauhkan diri dari sarana dan penyebab zina seperti tempat maksiat, bisokop, tempat wisata, dan lainnya
    • Membersihkan rumah dari hal yang menuju kepada zina, seperti televisi, video, alat musik, gambar, buku bacaan dan majalah porno, pakaian keluarga dan pergaulan yang membangkitkan nafsu yang haram
    • Meningkatkan rasa takut kepada Allah Ta’ala dimana saja berada dan merasa diawasi-Nya
    • Menyibukkan diri dengan amal ibadah yang wajib dan sunnah

    Dan hanya Allah Ta’ala jualah yang mampu memberi taufiq…

  4. Assalamualaikum..
    Ustad saya mau bertanya apakah hukum percaya terhadap ramalan seseorang yang di percaya bsa membaca kedepanya tentang jodoh atau bsa dbilang syariatnya..?
    Ketika saya berniat untuk menghalalkan suatu hubungan ketika itu ayahnya dr pacar saya bertnya pada sahabatnya yg bisa membaca tentang kedepanya nengenai saya dan pacar saya. Apakah hubungan itu nntinya baik atau tdk buat dia . Lalu hasilnya yg didapat bahwa menurutnya saya tidak cocok untuk mnjadi jodoh atau pasangan hidup yang baik untuknya.dikarnakan masalah finansial.pdal saya prnh mmbaca bahwa Allah akn mmberikan rizki bagi yang berkeluarga atau mmbuka rizki bagi org yg menikah. Hingga akhirnya papahnya memutuskan untuk tidak merestui hubungan saya .dan kami ttp berdoa untuk mndapatkn keajaiban dari Allah.

    Apakah saya harus mempercayainya atau saya sudahi ini semua dan tidak meneruskn niat baik untuk mnjadi kan hubungn ini yg d halalkan oleh allah. Dan apakah takdir itu bisa berubah apabila kita terus berdoa dan berusaha?
    Mohon masukanya
    .trims

    Wassalamualaikum

  5. Assalamualaikum wr.wb

    Ustad.. sebelumnya saya mohon maaf sebanyak-banyaknya. Disini ada beberapa pertanyaan yg saya ingin tanyakan pada ustad.
    Pertama,, apakah menunda pernikahan bagi muslimah guna untuk menuntut ilmu dijalan Allah itu termasuk di salahkan?? Sedangkan sudah ada laki-laki datang untuk meminang, sedang saya merasa belum siap(masih ingin mencari ilmu dijalan Allah)mendekatkan diri pada Sang Khaliq. Sedang laki-laki tersebut baik tapi(bukan termasuk hamba yg
    Taat pada ajaran Allah). Saya hanya khawatir jika suami saya tdk bisa membimbing saya kejalan Allah, sedang saya sendiri tdk bgtu pandai dg ajaran Allah. Maka dr itu saya menolak pinangan tersebut.

    Mohon maaf uztad.. sekiranya pertanyaan saya ini terlalu panjang bagi uztad..
    Terimakasihh
    Wassalamualaikum wr.wb

  6. @Vivie

    Ya. Itu termasuk kesalahan dan menyelisihi petunjuk Nabi.

    Nabi bersabda : Apabila datang kepadamu seorang laki-laki yg kamu ridloi akhlak dan agamanya, maka nikahlanlah (dengan putrimu).

    Anda bisa meminta syarat kepada calon suami agar bisa tetap belajar setelah menikah. Demikian fatwa dari Syaikh Muhammad Al Utsaimin rahimahullah secara ringkas.

    Wallahu’alam.

  7. @Syifa Fauziyah

    Wahai saudariku…semoga Alloh ta’ala memberi petunjuk kpd saya dan anda dalam menapaki jalan kebenaran.

    Percaya kpd ramalan adalah kesyirikan. Dan ini adalah dosa paling besar yg tidak akan diampuni kecuali pelakunya bertaubat sebelum minggal dunia. Kenapa percaya pd ramalan adalah dosa ? Karena pengetahuan mengenai yg gaib adalah hak preogatif Alloh ta’ala, banyak dalil al quran yg berbicara tentang ini.

    Nasehat saya yg paling utama untuk anda, tinggalkan keyakinan syirik ini dan belajarlah tentang masalah Tauhid dan Syirik agar anda tidak salah langkah.

    Nasehat kedua, tinggalkan pacaran, jangan lakukan hal itu. Jalinlah hubungan dengan seorang laki dgn cara yg dihalalkan Alloh ta’ala yaitu dengan pernikahan.

    Wallahu’alam.

  8. Asalam…Yaa terimakasih atas jawabanya uztaz…
    Mohon maaf jika boleh saya ingin bertanya sekali lagi..
    Begini uztaz kalau seandainya yg dtg bukanlah (seorang laki-laki yg akhlaknya baik,/mngkin baik, tp dr segi akhlak kurang baik,, jarang sholat,.) Sdg kn dr situ saya ragu bagaimana dia akan mndidik saya kejalan yg di redhai Allah kalau saja (calon suami) tdk sperti yg dmaksudkn nabi SAW, dan hanya saya takutkan tdk akan bz sempat untuk belajar apabila sdh mnkh pasti dsbukn dg urusan rmh tngga.. dan apakah salah jika seorg permpuan untuk menunggu dan brsabar mengharap (calon imam) yang baik.. atau apakah hrus mnrima pinangan lk” (sdg dia jarang dlm bribdh kp Allah)

    Terimakasih uztazz…
    Wasalam…

  9. @Vivie

    Jika keadaannya seperti yang Anda sebutkan (laki-laki tersebut jarang shalat), maka jangan Anda terima pinangannya karena jelek dari sisi agamanya. Hal inilah yang dimaksud dalam hadits yang saya sebutkan sebelumnya. Bersabarlah dan bergaulah dengan teman-teman yang baik.

    Saya bukan ustadz, saya hanya menyampaikan apa yang pernah saya ketahui dari para ustadz yang ahli.

    Wallahu’alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: