Menggambar, Mematung, dan Fotografi di dalam Islam

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Rhadiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Allah Ta’ala berkata:
ومن أظلم ممن ذهب يخلق كخلقي، فليخلقوا ذرة أوليخلقوا حبة أوليخلقوا شعيرة

“Siapakah yang lebih dzalim dari mereka yang menciptakan seperti ciptaanKu?! Maka ciptakanlah seekor semut atau sebutir benih atau gandum!”

Hadits ini menerangkan bahwa hukum menggambar (tashwir) adalah haram, karena orang yang menggambar telah menciptakan seperti ciptaan Allah sehingga jadilah ia menandingi Allah dalam perbuatannya.

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah menerangkan; menggambar itu ada banyak keadaan. Yang pertama, menggambar makhluk bernyawa seperti manusia dan hewan. Dan ia ada tiga macam :

  1. Menggambar makhluk bernyawa dengan bentuk (tiga dimensi). Hal ini sejauh yang saya tahu para ulama telah sepakat akan keharamannya.
  2. Menggambar makhluk bernyawa tanpa bentuk melainkan dengan goresan dan warna. Hal ini haram berdasarkan keumuman hadits. Dan juga hadits namruqah (tirai) ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam hendak masuk ke rumah, beliau melihat sebuah tirai yang bergambar. Lalu beliau berhenti dan tampak dari wajahnya amarah. Maka Aisyah Rhadiyallahu ‘Anha berkata, “Apa dosaku wahai Rasululullah? Beliau menjawab, “Sesungguhnya pemilik gambar ini akan diazab di hari kiamat dikatakan padanya, hidupkan apa yang kamu ciptakan!”
  3. Mengambil gambar dengan cahaya tanpa dibantu dengan proses apapun dari yang mengambilnya. Perbuatan ini diperdebatkan oleh ulama belakangan apakah termasuk menggambar atau tidak; Continue reading
Advertisements

Hukum Berduka Atas Kematian Penentang Syariat

Tanya :
Ustadz, apa hukumnya kita ikut berduka atas kematian orang yang pernah menentang bahkan menghina syariat Islam. bolehkah kita mendoakannya?
“Abidin” <abdul.abidin@yahoo.com>

Jawab:
Kalau memang dia jelas merupakan penentang agama dan menghinakan syariat maka tidak boleh kita mendoakannya bahkan tidak boleh bagi kita untuk menyolatinya. Karena menghina dan mengejek syariat adalah perbuatan kekafiran dan merupakan pembatal keislaman. Jika dia menampakkan keislaman maka dia adalah orang munafik, dan sungguh Nabi -alaihishshalatu wassalam- telah dilarang untuk menyolati jenazah orang munafik.
Allah Ta’ala berfirman, “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.” (QS. At-Taubah: 113)
Ayat ini turun menegur Nabi -alaihishshalatu wassalam- yang meminta ampunkan untuk pamannya, Abu Thalib yang meninggal dalam keadaan musyrik.
Dan juga Allah Ta’ala berfirman, “Dan janganlah kamu sekali-kali menyalati (jenazah) seorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik), dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.” (QS. At-Taubah: 84)
Ayat ini juga turun menegur Nabi -alaihishshalatu wassalam- ketika beliau menyalati jenazah Abdullah bin Ubay bin Salul, pimpinan orang munafik.

Sumber : http://al-atsariyyah.com/?p=1781

Bolehkah Membaca Al-Ma’tsurot?

Pertanyaan:
Apa kita boleh membaca Al-Ma`tsurot? Tolong dijawab.

Jawaban: Al-Ma`tsurat adalah kitab kecil yang berisi dzikir-dzikir dan do’a-do’a. Kitab ini ditulis oleh Hasan Al-Banna, pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin yang beraqidahkan shufiyyah. Di dalam kitab tersebut tidak dijelaskan derajat haditsnya, apakah shahih, hasan atau dha’if, sehingga kita tidak merasa aman dan tenang dalam mengamalkannya, walaupun memang di dalamnya disebutkan sebagian hadits-hadits yang shahih. Continue reading

Hukum Memberi Salam Kepada Wanita

salam

salam

SOAL : Assalamu’alaikum. Bagaimana hukum memberi salam dan tersenyum kapada wanita muda yang bukan mahrom ketika bertemu di jalan? Sebab ada orang yang beralasan bahwa yang penting kan tidak ada niat jelek. Sehingga acara rapat yang ikhtilath pun dilegalkan. Syukron.

JAWAB : Wa’alaikumussalam. Pertanyaan serupa pernah ditanyakan kepada Syeikh Shalih bin Fauzan al Fauzan hafidzahulloh, kemudian beliau menjawab : “Tidak mengapa bagi laki-laki menjawab salam wanita atau wanita menjawab salam laki-laki, baik lewat HP atau selainnya selama aman dari fitnah. Hal itu berdasarkan keumuman perintah Rosululloh sholallohu’alaihissalam dalam menjawab salam. Demikian pula tidak mengapa bagi kaum laki-laki berbicara Continue reading

Fatwa Seputar Bencana di Gaza

palestinaPenulis : Lajnah Da’imah Lil Buhuts Ilmiyah wal Ifta’, Saudi Arabia

Segala puji hanyalah milik Allah Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi dan rasul yang paling mulia, nabi kita Muhammad dan kepada keluarga beliau beserta para shahabatnya dan ummatnya yang setia mengikutinya sampai akhir zaman. Wa ba’da;

Sesungguhnya Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Ifta’ (Dewan Tetap Untuk Penelitian Ilmiyah dan Fatwa) di Kerajaan Saudi Arabia mengikuti (perkembangan yang terjadi) dengan penuh kegalauan dan kesedihan akan apa yang telah terjadi dan sedang terjadi yang menimpa saudara-saudara kita muslimin Palestina dan lebih khusus lagi di Jalur Gaza, dari angkara murka dan terbunuhnya anak-anak, kaum wanita dan orang-orang yang sudah renta, dan pelanggaran-pelanggaran terhadap kehormatan, rumah-rumah serta bangunan-bangunan yang dihancurkan dan pengusiran penduduk. Tidak diragukan lagi ini adalah kejahatan dan kedzaliman terhadap penduduk Palestina.
Continue reading