Bolehkah Membaca Al-Ma’tsurot?

Pertanyaan:
Apa kita boleh membaca Al-Ma`tsurot? Tolong dijawab.

Jawaban: Al-Ma`tsurat adalah kitab kecil yang berisi dzikir-dzikir dan do’a-do’a. Kitab ini ditulis oleh Hasan Al-Banna, pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin yang beraqidahkan shufiyyah. Di dalam kitab tersebut tidak dijelaskan derajat haditsnya, apakah shahih, hasan atau dha’if, sehingga kita tidak merasa aman dan tenang dalam mengamalkannya, walaupun memang di dalamnya disebutkan sebagian hadits-hadits yang shahih.

Akan tetapi, kita mempunyai kaidah dalam mengambil ilmu (lihat tanya jawab dalam edisi sebelumnya) yaitu kita mengambil ilmu dari ahlus sunnah baik melalui lisannya ataupun kitab-kitab yang telah mereka tulis. Hendaklah kita hanya mengambil ilmu dari ahlus sunnah.
Tentang siapakah sesungguhnya Hasan Al-Banna, apa manhaj dan aqidahnya, bisa meruju’ kepada buku: “Hasan Al-Banna Seorang Teroris?”

Adapun dalam mengamalkan hadits, maka harus diperhatikan masalah keshahihannya. Yang shahih/hasan kita amalkan dan yang dha’if kita tinggalkan. Karena kalau kita mengatakan bahwa hadits ini shahih padahal dha’if berarti kita berdusta atas nama Rasulullah, sedangkan Rasulullah sendiri menyatakan: “Berdusta atas namaku tidak seperti berdusta atas nama orang lain dan barangsiapa yang secara sengaja berdusta atas namaku maka bersiap-siaplah tempat duduknya di neraka.” (Hadits Mutawaatir, lihat Muqaddimah Shahiih Muslim)

Banyak kitab yang ditulis oleh para ulama yang jauh lebih baik daripada kitab Al-Ma`tsurot, seperti Hisnul Muslim, karya Asy-Syaikh Sa’id bin Wahf Al-Qahthaniy, Al-Kalimuth Thayyib, karya Ibnu Taimiyyah dengan tahqiq Asy-Syaikh Al-Albaniy, Kalimah Thayyibah, karya Ibnul Qayyim dengan tahqiq Asy-Syaikh Salim Al-Hilaliy, dan kitab-kitab lainnya yang telah ditahqiq oleh para ulama.

Semoga kita selalu ditunjukkan kepada jalan yang lurus. Wallaahu A’lam.

[diambil dari : http://fdawj.atspace.org/awwb/th3/24.htm]

Advertisements

3 Responses

  1. kasihan, jawabannya ga menjawab (dangkal banget analisisnya..)
    antum masih harus banyak belajar ilmu hadits akh, serius!!!
    oiya, antum juga kayaknya perlu belajar objektif dalam menilai seseorang..

    Barakallahufik atas kritikannya…alhamdulillah ada yg menyuruh ana ‘masih harus banyak belajar ilmu hadits’. Ana teringat Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah ketika ditanya : “Sampai kapan engkau berhenti dari mencari ilmu, padahal engkau sekarang sudah mencapai kedudukan yang tiggi dan telah pula menjadi Imam bagi kaum muslimin?”. Maka beliau menjawab dengan singkat : “Beserta tinta sampai liang lahat”

    Tulisan itu adalah salah satu bentuk objektifitas ahlul ilmi dalam menyikapi kesalahan seorang muslim. Kalo mau lebih detail lagi ttg kesalahan al-Ma’tsurot silahkan klik di sini

  2. jazakallahu khairon atas artikelnya

  3. Af1 bs gak antm berikan 1 aja dari kumpulan doa 2 dr ulama trdahulu yg brsh dari hadist doif??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: