Bukanlah Perkara Kita Cinta Kepada Allah Ta’ala, Tetapi Perkara Apakah Allah Ta’ala Cinta Kepada Kita!

malam hari

malam hari

“Berapa banyak orang mengaku cinta kepada Laila, tetapi Laila tidak cinta kepada mereka”.

Para Salafus shalih terdahulu tidak hanya sekadar teori dan pengakuan belaka akan kecintaannya kepada Allah Ta’ala namun mereka aplikasikan dalam bentuk perbuatan dan amal yang shalih.  Tidak ada yang dicari seorang hamba, melainkan kecintaan Allah Ta’ala kepada dirinya. Berapa banyak orang yang mengaku dirinya cinta kepada Allah Ta’ala, namun tidak berusaha untuk meraih kecintaan-Nya dengan melakukan perbuatan amal shalih. Bukanlah perkara kita  mencintai Allah Ta’la, tetapi perkara apakah Allah Ta’ala cinta kepada kita?! Jadi salah satu amalan apakah yang bisa mendatangkan kecintaan Allah Ta’ala kepada kita? Tentunya Rasul yang mulia, Nabi  Shallallahu’alaihi wa sallam telah menjelaskannya 14 abad yang lalu.

Dari Abu Darda’ radliyallahu’anhu berkata, Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

ثَلاَثةٌُ يُحِبُّهُمُ اللهُ وَيَضْحَكَ إِلَيْهِمْ وَيَسْتَبْشِرُ بِهِمْ اَلََّذِى إِذَاانْكَشَفَتْ فِئَةٌُ قَاتَلَ وَرَاءَهَابِنَفْسِهِ للهِ (عَزَّوَجَلَّ)فَإِمَّاأنْ يُقْتَلَ وَإِمَّاأَنْ يَنْصُرَهُ اللهُ(عَزَّوَجَلَّ)وَيَكْفِيَهُ فَيَقُوْلُ انْظُرُوْاإِلىَ عَبْدِي هَذَاكَيْفَ صَبَرَ لِي بِنَفْسِهِ؟ وَالَّذِي لَهُ امْرَأَةٌُ حَسَنَةٌُ وَفِرَاشٌُ لَيِّنٌُ حَسَنَةٌُ فَيَقُوْمُ مِنَ اللَّيْلَ فَيَقُوْلُ يَذَرُشَهْوَتَهُ وَيَذْكُرُنِي وَلَوْشَاءَرَقَدَوَالَّذِي إِذَاكَانَ فِي سَفَرٍِوَكَانَ مَعَهُ رَكْبٌُ فَسَهِرُوْاثُمَّ هَجَعُوْافَقَامَ مِنَ السَّحَرِفِي ضَرَّاءَوَسَرَّاءَ

“Tiga golongan yang Allah mencintai dan tertawa kepada mereka serta memberi berita gembira; orang yang manakala ada sekelompok pasukan terbuka peluang perang, dia berperang di belakang barisan pasukan itu dengan dirinya karena Allah ‘Azza wa jalla (dia diantara 1 dari 2 pilihan) terbunuh atau dimenangkan oleh Allah ‘Azza wa jalla dan dicukupinya, maka Dia berkata : “Lihatlah kepada hamba-Ku ini, bagaimana ia bersabar dengan dirinya karena Aku”. Orang yang punya isteri cantik dan kasur yang lembut lagi bagus, lalu ia bangun shalat di malam hari, maka Allah berkata : “Dia meninggalkan syahwatnya dan mengingat Aku, sekiranya dia mau tentunya dia tidur”.  Dan orang yang manakala berada dalam perjalanan bersama para musafir yang bergadang lalu tidur maka ia bangun shalat di malam di akhir malam baik dalam kondisi tidak senang maupun senang.” (HR. Ath Tabhrani dan dihasankan oleh Syeikh al-Albani rahimahullah dalam ‘Shahih at-Targhiib wa at-Tarhiib no:629)

Itulah amalan sunnah yang agung yang bisa mendatangkan kecintaan Allah Ta’ala kepada seorang hamba, yaitu shalat malam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: