Khutbah Jumat…Kok Malah Jadi Kampanye!

masjid

ilustrasi : Masjid

Hari ini tanggal 27 Maret 2009 ada kejadian yang menggelikan ketika saya menghadiri ibadah shalat jumat di masjid dekat kos aku tinggal. Suasana khidmat yang seharusnya dirasakan para jamaah shalat jumat untuk taqarrub ilallah serta beribadah malah ‘terganggu’. Saya yakin, saya dan para jamaah yang lain insyaallah tidak berniat melainkan hanya untuk menunaikan ibadah wajib shalat jumat, bukan untuk mendengarkan kampanye suatu partai manapun.

Sungguh kaget, ketika di akhir khutbah si khatib tanpa sungkan, mengeluarkan statemen yang mengajurkan para hadirin shalat jumat untuk memilih salah satu calon legislatif (caleg) dari partainya. Saya jadi berfikir, nih khutbah jumat….atau khutbah kampanye??! Yang saya niatkan untuk datang shalat jumat adalah mendengarkan khutbah yang berisi ayat-ayat Allah Ta’ala, bukan ayat-ayat kampanye?!

Sebelumnya si khatib menyampaikan prolog seputar golput. Dia katakan bahwa golput adalah orang-orang yang putus asa. Maksudnya apa? Yang dimaksud si khatib adalah putus asa berjuang dalam memilih serta mengangkat pemimpin yang baik, sehingga menurut prasangka dia, orang golput secara tidak langsung dengan ke’putus asa’annya’ telah membiarkan golongan/partai yang jahat untuk menduduki kekuasaan di negeri ini.  Sehingga, dia menganjurkan para hadirin shalat jumat tersebut untuk tidak golput dan hendaklah -kata dia- pilihlah pemimpin – pemimpin yang baik dan adil. Walapun -kata dia- diantara mereka banyak yang jahat-jahat, tetep kita harus memilih siapa yang terbaik dari yang jahat-jahat tersebut. Kemudian si khatib, menutup khutbah jumat dengan mengkampanyekan calon legislatif dari partainya. Tanpa ada stetemen implisit apapun dari apa yang disampaikannya tersebut. Artinya dia menyebut nama serta nomor urut calon legislatif yang dia kampanyekan itu, dihadapan puluhan jamaah shalat jumat!!

Tanggapan saya : Siapa yang si khatib maksud dengan peserta aktif pemilu yang jahat-jahat? Jamaah shalat jumat yang cerdas pasti berfikir yang dimaksud adalah partai/golongan selain golongannya. Lho koq bisa?

pertama –>> Si khatib mengatakan demikian secara global. Artinya, kebanyakan dari peserta aktif pemilu adalah jahat-jahat tanpa dia memperinci siapa yang jahat-jahat tersebut. Sehingga, jamaah shalat jumat yang cerdas, pasti berfikir bahwa si khatib hendak mengatakan bahwa golongan/partainya-lah yang tidak jahat…(logis kan?).  Akan semakin logis lagi, ketika si khatib mengkampanyekan salah satu calon legislatif dari partainya setelah mengeluarkan stetemen “‘pilihlah diantara yang jahat-jahat itu yang terbaik, pasti diantara yang jahat-jahat itu ada yang terbaik “.  Benang merahnya adalah pada statemen yang si khatib menyebut nama serta nomor urut calon legislatif partainya.  Kalau jamaah yang gak ngantuk, pasti paham betul bahwa nih khutbah bukan khutbah jumat melainkan khutbah kampanye!

kedua–>> Taruhlah, yang dimaksud diantara yang jahat-jahat itu bukan partai/golongan selain dia. Nah, pertanyaannya, bisahkah partai/golongan selain dia mengkampanyekan caleg dari selain partainya di masjid tersebut? Mungkin bisa dibayangkan kalau misal ada khotib dari partai lain yang meminta izin untuk khutbah + kampanye calegnya di masjid itu, takmirnya akan bilang : “Ya gak boleh, lha wong ini masjid kepunyaan partai/golongan saya, ya anda harus kampanye caleg dari kami, kalau gak mau ya sudah, jangan jadi khotib disini”.

Kesimpulan : Ternyata umat Islam telah mengkotak-kotaki diri mereka sendiri, walaupun mulut-mulut mereka menganjurkan persatuan, namun persatuan yang kosong yang mereka tawarkan demi meraih simpati orang banyak dengan slogan-slogan persatuan versi mereka. Wallahulmusta’an

Solusi : Dari Hudzaifah Ibnul Yaman radliyallahu’anhu, ia berkata : Ketika manusia bertanya kepada Rasulullah tentang kebaikan, aku bertanya tentang kejelekan karena khawatir akan menimpaku. Aku berkata, “Wahai Rasulullah, kami dulu dalam kejahiliyahan dan kejelekan, kemudian Allah mendatangkan kebaikan ini (yakni Islam), apakah setelah kebaikan ini ada kejelekan?” Beliau -shalalallahu ‘alahi wa sallam- bersabda : “Ya”. Aku bertanya lagi, “Apakah setelah kejelekan itu akan ada kebaikan lagi?” Beliau menjawab :”Ya, dan padanya ada dakhn“. Aku berkata : “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku mengalami masa yang demikian?” Beliau bersabda : “Berpeganglah dengan jamaah kaum muslimin dan imam mereka!” Aku berkata : “Bagaimana jika tidak ada jamaah ataupun imam?” Beliau bersabda : “Tinggalkan semua firqah (yang ada) walaupun kamu menggigit  akar pohon, hingga kamu mati dalam keadaan demikian” (HR. Bukhari dalam shahih-nya juz 13 hal. 35  dan Muslim dalam shahih-nya juz 3 hal. 1476)

Imam Ath Thabari rahimahullah berkata : Dalam hadits ini terdapat pelajaran bahwa jika tidak ada penguasa dan manusia berpecah-belah dalam berbagai firqah, maka jangan mengikuti satu firqahpun dari mereka dan tinggalkan firqah tersebut sebisa kalian untuk menghindari kejelekan…(Fathul Barri bisyarhi Bukhari oleh Ibnu Hajar)

Advertisements

2 Responses

  1. assalamu alaikum wr. wb.

    Permisi, saya mau numpang posting (^_^)

    http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/24/hukum-pemilu-legislatif-dan-presiden/

    semoga link di atas bisa menjadi salah satu rujukan…

    Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. (-_-)

    wassalamu alaikum wr. wb.

    Jazakallahu sudah mau sharing. Namun saya pribadi tidak mrekomendasikan bagi antum semua untuk mengambil rujukan dari Hizbut Tahrir, cukuplah rujukan Ulama Salaf. “Dan janganlah kamu campuradukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui” (Al Baqarah 42)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: