Comments : Poligami, Wahyu Illahi Yang Ditolak

1 ikhwan 2 akhwat

1 ikhwan 2 akhwat

Alhamdulillah ada artikel Islam menarik http://www.muslimah.or.id. Tetapi ada yang lebih menarik lagi adalah komentar-komentar yang pro maupun yang kontra dalam artikel tersebut. Seringkali yang kontra poligami dengan argumentasinya (syubhat), mampu menutupi celah hati untuk  masuknya nur hidayah Allah Ta’la, namun tidak bagi yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala. Berikut cuplikan pilihan komentar – komentar yang ana pilih :

Komentar : Dina

lalu mengapa nabi Muhammad marah ketika anaknya Fatimah akan dijadikan istri kedua?saya mendukung poligami bila tujuannya adalah menolong janda2 yang beranak banyak, mengangkat harkat wanita miskin, mengangkat harkat perawan2 tua yang belum juga ada yang mau menikahi

tapi kalau dengan alasan hawa nafsu..maaf..saya tidak setuju..saya lebih mengacu pada ayat Allah mengenai menjaga pandangan…

untuk menangkal nafsu yg tiba2 datang..kenapa tidak berwudhu, membaca alquran, dan berpuasa?

Tanggapan : http://www.muslimah.or.id

ahlan ya ukhti Dina.
Mungkin maksud ukhti, ketika Fatimah akan dimadu? Karena Fatimah radhiallahu’anha merupakan istri pertama ‘Ali radhiallahu’anhu. Tahukah ukhti, siapa wanita yang hendak dinikahi oleh ‘Ali ketika itu?

Ia adalah putri Abu Jahl. Dan insya Allah ukhti Dina tahu siapakah Abu Jahl itu. Orang yang paling memusuhi dakwah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Musuh Allah dan Rasul-Nya. Maka jika ‘Ali menikahi putri Abu Jahl, hal ini tentu menyakiti hati Fathimah dan hati ayahnya, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

Oleh karena itulah, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memperbolehkan ‘Ali menikahi putri Abu Jahl dengan syarat menceraikan Fathimah terlebih dahulu. Alasannya, pantaskan anak Rasulullah berkumpul dengan anak perempuan (musuh Allah) Abu Jahl dalam satu ikatan nikah? (Lihat Tarbiyatul Abna’, Syaikh Musthofa Al Adawi)

Semoga Allah melapangkan dada kita untuk menerima dan menjalankan syari’at-Nya secara kaffah (menyeluruh). Tidak sekedar mengambil sebagiannya dan meninggalkan sebagian lainnya. Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. 🙂

Wallahu A’lam

Komentar : Dina

maaf ummi..
saya hanya melihat realitas yang ada di Indonesia..
kebanyakan mereka menikah lagi karena kepincut dengan perempuan cantik…kalau yang saya lihat istri kedua mereka rata2 lebih cantik dari istri pertamanya

yang jadi pertanyaan hati saya…sebelum si lelaki menikah lagi tentunya dia jatuh hati..memiliki rasa kepada wanita lain selain istrinya??? bukankah itu sudah zinah mata dan zinah hati? apakah saya salah jika saya menggunakan ayat Allah mengenai menjaga pandangan?

beda wanita wanita miskin, janda, dan perawan tua dengan wanita-wanita muda lagi sendiri? kalau wanita-wanita muda lagi sendiri masih banyak pilihan, peluang dan waktu untuk mendapatkan perjaka soleh..hidup adalah pilihan..kenapa harus mengambil pilihan yang akan menyakitkan hati wanita lain?

Komentar : Kay

suami dan isteri sama2 punya hati dan perasaan. jika isteri mampu setia walaupun tidak merasa puas bila bersama, malah sanggup berkorban apa sahaja untuk suami..mengapa si suami tidak sanggup melakukannya semata2 tidak dapat memuaskan nafsu?adakah cinta suami biasanya tidak sekuat cinta seorang isteri? adakah nafsu suami lebih penting dari cinta seorang isteri? saya menghormati mereka yang berpoligami kerana islam tapi tidak kerana nafsu…bagaimana jika isteri juga mahu memuaskan nafsu?

Tanggapan : Cizkah

#untuk ukhti dina dan kay
Apakah ukhti telah memiliki suami?

Pernahkah ukhti ‘membantu’ mencarikan lelaki sholeh yang tepat dan sekufu untuk seorang wanita? Baik yang perawan ataupun janda?
Maka tidak semudah yang anti katakan bahwa wanita muda dan perawan punya peluang dan waktu untuk mencari perjaka soleh.

Berkenaan dengan melihat sebelum menikah, ini pun tidak bisa digeneralisir, karena yang ana ketahui bahwa beberapa malah mencari (sebelum melihat) wanita yang siap dijadikan istri kedua atau ketiga dan keempat.

Pada intinya, sebagaimana disebutkan pada artikel di atas, poligami adalah termasuk ketetapan yang telah diatur oleh Allah dan Rasul-Nya. Dan insya Allah banyak sekali hikmahnya (dan ini bukan sekedar bermain perasaan dan logika) yang mungkin kita tidak ketahui semuanya.

Kalau anti telah menikah, insya Allah merasakan bahwa sudah sewajarnyalah memang poligami itu hanya bagi pria (ini bukan sekedar berkaitan dengan hawa nafsu, tetapi berkaitan pula dengan qudroh atau kemampuan diri). Dan seperti perkataan teman kami ummu Sufyan di atas, jika tidak sanggup maka janganlan kemudian mencela poligami itu sendiri dan saya tambahkan jangan pula mencela orang yang melakukan poligami (karena mereka memang memiliki hak untuk itu). Perkara nantinya mereka berlaku adil atau tidak (sesuai penjelasan artikel), maka ini adalah urusan sang pria di hadapan Allah.

insya Allah ini jadi masukan juga bagi muslimah.or.id untuk menceritakan tentang kejadian antara Sarah dan Hajar yang sangat manis untuk diambil hikmahnya.

Wallahu a’lam

sumber : Poligami, Wahyu Illahi Yang Ditolak

Advertisements

One Response

  1. what about u??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: