Aliran Celana Cingkrang (ACC)

 

celana tidak isbal

celana tidak isbal

Pernahkah antum mendapatkan sebutan seperti itu? Entah darimana pelopor istilah itu. Namun yang pasti sebutan itu bukanlah sebutan pujian melainkan sindiran. Di kampus – kampus cukup ngetren sebutan itu yang notabene dilabelkan bagi ikhwan yang celananya tidak sampai menutupi mata kaki. Bisa jadi pelopornya adalah mahasiswa (muslim) yang notabene mereka punya sikap ilmiah dalam segala aktivitas mereka. Namun sayang sekali, sikap ilmiah menurut mereka hanya yang bersumber dari buku-buku karangan orang-orang bergelar profesor, doctor dan semisalnya. Dan hanya sebagian kecil saja (yang diberi hidayah oleh Alloh Ta’ala) yang mengaggap perkataan maupun perbuatan Muhammad Rasullullah shalallahu’alaihi wa sallam sebagai suatu rujukan yang ilmiah.

Bagi ikhwan yang pernah dijuluki ACC, janganlah bersedih hati, justeru bergembiralah karenanya. Keputusan antum untuk tidak isbal adalah suatu sikap yang ilmiah dan dibenarkan. Dan bagi mahasiswa yang masih enggan dan bahkan mengejek “ACC”, evaluasi kembali diri anda, apakah sudah bersikap ilmiah sebagaimana idealisme mahasiswa yang selalu bersikap ilmiah. Sekarang akan kita tunjukkan siapa yang bersikap ilmiah dan siapa yang tidak bersikap ilimah alias mendasarkan diri atas hawa nafsunya semata.

Sungguh Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam  telah bersabda :”Akan tiba masanya di suatu zaman dimana orang yang bersabar dalam agamanya bagaikan memegang bara api” (HR. Tirmidzi). Dan juga Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Islam dimulai dengan keterasingan dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka beruntunglah orang-orang yang asing (al Ghuroba’)” (HR. Muslim 2/175).

Itulah sabda Rasulullah yang mengabarkan betapa kerasnya cobaan orang-orang yang melaksanakan agamanya dengan benar sesuai sunnah Nabi sampai – sampai beliau mengumpamakan seperti memegang bara api! Namun demikianlah surga tidak dibayar dengan murah. Namun di satu sisi Rasulullah memberi semangat bagi para pengemban sunnahnya dengan keberuntungan yang akan mereka dapatkan.

Sebutan ACC tidaklah datang melainkan dari orang-orang yang jahil. Seandainya telah sampai kabar ilmiah (hadiss Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam) mengenai larangan isbal, kemudian mereka tidak patuh terhadapnya, sungguh mereka telah mengingkari ucapan yang keluar dari mulut mereka sendiri yang bahwasanya segala sesuatu harus dilakukan dengan sikap ilmiah! Sekarang akan kita sebutkan secara ilimiah dari al Quran maupun hadist / perkataan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam tentang larangan isbal secara langsung maupun tidak.

“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung” (Al Israa’ 37)

اِنَّ اللَّذِى يَجُرُّثَوْبَهُ مِنَ الْخُيَلاَءِلاَيَنْظُرُاللهُ إِلَيْهِ يَوُمَ الْقِيَامَةِ

”Sesungguhnya orang yang menurunkan pakaiannya (melewati mata kaki) dengan sombong tidak akan dipandang oleh Alloh di hari Kiamat”(HR. Bukhari-Muslim)

ثَلاَثٌُ لاَيُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوُمَ الْقِيَامَةِوَلاَيَنْظُرُإِلَيْهِمْ وَلاَيُزَكِّيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌُ أَلِيْمٌُ:اَلْمُسْبِلُ إِزَارَهُ

”Ada tiga golongan yang tidak diajak bicara oleh Alloh pada hari Kiamat nanti, mereka tidak akan dipandang, tidak disucikan dan bagi mereka adzab yang pedih : (yaitu) orang uang isbal (pakaian dibawah mata kaki)…”(HR. Muslim, Ahmad dan Asshabus Sunan dari Abu Dzar Al Ghifari radliyallahu’anhu )

كُّلُّ شَيْءٍِجَاوَزَالْكَعْبَيْنِ مِنَالاْءِزَارِفِى النَّارِ

”Setiap sesuatu yang melewati mata kaki dari pakaian (tempatnya adalah) di neraka” (Shahihul jami’ no. 4532)

مَاتَحْتَ الْكَعْبَيِْنِ مِنَ الاْءِزَارِفَفِي النَّارِ

”Apa saja yang berada di bawah mata kaki dari pakaian (tempatnya) di neraka”(HR. Imam Ahmad, dari ’Aisyah radliyallahu’anha dan Samurah bin Jundub radliyallahu’anhu).

Dari Amru bin As Syarid radliyallahu’anhu berkata Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam  kepada seorang laki-laki yang menjulurkan pakaiannya (ke tanah) :

إِرْفَعْ إِزَارَكَ واتَّقُ اللهَ

”Angkatlah pakaianmu dan bertaqwalah kepada Alloh”(HR. Ahmad dan lainnya. Hadist ini sesuai syarat Bukhari-Muslim. Lihat As Shahihah no. 1441)

يَاسُفْيَانَ بْنَ سَهْلٍِ لاَتُسْبِلْ فإِنَّ اللهَ لاَيُحِبّبُ الْمُسْبِلِيْنَ

”Wahai Sufyan bin Sahl jangan kamu melakukan isbal, sebab Alloh tidak menyukai orang-orang yang isbal” (HR. Ibnu Majah, dihasankan Syeikh Al Albany dalam Shahih Ibnu Majah 2876)

Sesungguhnya memanjangkan pakaian (melewati mata kaki) itu merupakan indikasi kesombongan dan merupakan sarana yang membawa kepada kesombongan. Al Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Barri 10/264 berkata :

Sesungguhnya isbal itu menghendaki dipanjangkanya pakaian, sedangkan memanjangkan pakaian menghendaki adanya kesombongan, sekalipun orang yang memakainya tidak bermaksud demikian

Perkataan beliau diperkuat oleh riwayat dari Ibnu Umar radliyallahu’anhuma yang dinyatakan secara marfu’ (sampai kepada Nabi shalallahu’alaihi wa sallam ), sabda beliau :

وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الإِْزَارِفَإِنَّ إِسْبَالَ الإِْزَارِمِنَ الْمُخِيْلَةِوَلاَيُحِبُّهَااللهُ

”Dan hindarilah olehmu isbal dalam berpakaian karena sesungguhnya memanjangkan pakaian melewati mata kaki itu termasuk tanda kesombongan”(Hadits Shahih dan lihat As-Shahihah no. 770)

Demikianlah beberapa dalil yang menunjukkan wajibnya untuk tidak isbal dan larangan untuk isbal. Itulah yang dijadikan rujukan ilmiah yang seharusnya tiap muslim memahami serta berusaha mengamalkannya. Adakah para pengejek dengan sebutan ACC dari kalangan kaum muslimin diam setelah ini??

Advertisements

5 Responses

  1. Wah, ACC ya. pernah sih dibilang gitu. Bisa jadi mereka belum tahu aja. Sikapi dengan bijak 🙂

    Tapi kebangetan klo udah tahu…

  2. wah banyak yang masuk neraka nih. perlu dikaji dong apa latar belakang dan illat dari nabi menyatakan isbal itu termasuk sombong.

  3. dulu sebelum bermunculan orang celana cingkrang,ngga banyak ngomongin Bid’ah,sekarang apa-apa di bilang Bid’ah,tapi kalo naik haji berangkatnya naik pesawat terbang tidak Bid’ah,mungkin kecapaian kali kalo jalan kaki………..

  4. Isbal (tidak membuat pakaian menjela/memanjang dibawah mata kaki) adalah sunnah Rasul saw dalam sholat dan diluar shalat,

    Rasul saw bersabda : “Barangsiapa yg menyeret nyeret pakaiannya (menjela pakaiannya/jubahnya krn sombong maka Allah tidak akan melihatnya dihari kiamat (murka)” lalu berkata Abubakar shiddiq ra : Wahai Rasulullah…, pakaianku menjela.., maka berkata Rasul saw : “Sungguh kau memperbuat itu bukan karena sombong” (Shahih Bukhari Bab Manaqib).

    berkata AL Hafidh Imam Ibn Hajar mengenai syarah hadits ini : “kesaksian Nabi saw menafikan makruh perbuatan itu pada ABubakar ra” (Fathul Baari bisyarh shahih Bukhari Bab Manaqib).

    jelaslah sudah bahwa perbuatan itu tidak makruh apalagi haram, kecuali jika diperbuat karena sombong,
    dimasa itu bisa dibedakan antara orang kaya dg orang miskin adalah dilihat dari bajunya, baju para buruh dan fuqara adah pendek hingga bawah lutut diatas matakaki, karena mereka pekerja, tak mau pakaiannya terkena debu saat bekerja,

    dan para orang kaya dan bangsawan memanjangkan jubahnya menjela ketanah, karena mereka selalu berjalan diatas permadani dan kereta, jarang menginjak tanah,

    maka jadilah semacam hal yg bergengsi, memakai pakaian panjang demi memamerkan kekayaannya, dan itu tak terjadi lagi masa kini, orang kaya dan miskin sama saja, tak bisa dibedakan dengan pakaian yg menjela.

    jelas dibuktikan dengan riwayat shahih Bukhari diatas, bahwa terang2an abubakar shiddiq ra berpakaian spt itu tanpa sengaja, namun Rasul saw menjawab : “Kau berbuat itu bukan karena sombong”

    berarti yg dilarang adalah jika karena sombong.

  5. @Nia

    Kalian selalu membawa hadits nabi sesuai pemikiran keinginana hawa nafsu kalian. Apakah jika ada keterangan dari Nabi tentang larangan isbal tanpa sombong, apakah kalian tetap mengikuti hawa nafsu kalian?? Wallahul musta’an. Perhatikan wahai saudaraku hadits berikut ini, yang menunjukkan bahwa isbal tanpa sombong tempatnya dia adalah neraka :

    “Kain yang berada di bawah mata kaki itu berada di neraka.” (HR. Bukhari no. 5787)
    apabila seseorang menjulurkan celananya tanpa sombong. Maka ini juga dikhawatirkan termasuk dosa besar karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengancam perbuatan semacam ini dengan neraka.

    “Pakaian seorang muslim adalah hingga setengah betis. Tidaklah mengapa jika diturunkan antara setengah betis dan dua mata kaki. Jika pakaian tersebut berada di bawah mata kaki maka tempatnya di neraka. Dan apabila pakaian itu diseret dalam keadaan sombong, Allah tidak akan melihat kepadanya (pada hari kiamat nanti).” (HR. Abu Daud no. 4095. Dikatakanshohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih Al Jami’ Ash Shogir, 921)

    Sedikit Kerancuan, Abu Bakar Pernah Menjulurkan Celana Hingga di Bawah Mata Kaki

    Bagaimana jika ada yang berdalil dengan perbuatan Abu Bakr di mana Abu Bakr dahulu pernah menjulurkan celana hingga di bawah mata kaki?

    Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah pernah mendapat pertanyaan semacam ini, lalu beliau memberikan jawaban sebagai berikut.

    Adapun yang berdalil dengan hadits Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu, maka kami katakan tidak ada baginya hujjah (pembela atau dalil) ditinjau dari dua sisi.

    Pertama, Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu mengatakan, ”Sesungguhnya salah satu ujung sarungku biasa melorot kecuali jika aku menjaga dengan seksama.” Maka ini bukan berarti dia melorotkan (menjulurkan) sarungnya karena kemauan dia. Namun sarungnya tersebut melorot dan selalu dijaga. Orang-orang yang isbal (menjulurkan celana hingga di bawah mata kaki, pen) biasa menganggap bahwa mereka tidaklah menjulurkan pakaian mereka karena maksud sombong. Kami katakan kepada orang semacam ini : Jika kalian maksudkan menjulurkan celana hingga berada di bawah mata kaki tanpa bermaksud sombong, maka bagian yang melorot tersebut akan disiksa di neraka. Namun jika kalian menjulurkan celana tersebut dengan sombong, maka kalian akan disiksa dengan azab (siksaan) yang lebih pedih daripada itu yaitu Allah tidak akan berbicara dengan kalian pada hari kiamat, tidak akan melihat kalian, tidak akan mensucikan kalian dan bagi kalian siksaan yang pedih.

    Kedua, Sesungguhnya Abu Bakr sudah diberi tazkiyah (rekomendasi atau penilaian baik) dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamdan sudah diakui bahwa Abu Bakr tidaklah melakukannya karena sombong. Lalu apakah di antara mereka yang berperilaku seperti di atas (dengan menjulurkan celana dan tidak bermaksud sombong, pen) sudah mendapatkan tazkiyah dan syahadah(rekomendasi)?! Akan tetapi syaithon membuka jalan untuk sebagian orang agar mengikuti ayat atau hadits yang samar (dalam pandangan mereka, pen) lalu ayat atau hadits tersebut digunakan untuk membenarkan apa yang mereka lakukan. Allah-llah yang memberi petunjuk ke jalan yang lurus kepada siapa yang Allah kehendaki. Kita memohon kepada Allah agar mendapatkan petunjuk dan ampunan. (Lihat Fatawal Aqidah wa Arkanil Islam, Darul Aqidah, hal. 547-548).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: