Sepenggal Ayat Al Quran Untuk Palestina

sms doaMalam ini Palestina akan dibom habis oleh Yahudi, termasuk masjid al Aqsa. Kita diwajibkan membaca surat Yunus 85-88 dan al Fath 26-27. Tolong disebarkan!

Begitulah bunyi sms yang ana terima dari teman ana kemarin (13/01). Dan ana tahu isi sms tersebut merupakan sms berantai. Ikhwafillah rahimakumullah, ana setuju jika kita semua punya sikap simpati serta prihatin kepada saudara-saudara kita yang tengah mendapat musibah di Palestina. Dan kita berusaha semampunya untuk menolong mereka baik dengan materiil dan berdoa kepada Allah Ta’ala. Tapi permasalahannya, landasan apa yang mereka pakai sampai-sampai mewajibkan membaca ayat dari surat Yunus 85-88 dan al Fath 26-27 guna menolong saudara kita di Palestina??

Sekali lagi disini ana tidak mempermasalahkan sikap simpati yang diberikan kepada kaum muslimin di Palestina. Namun, cara yang dipakai itulah yang ana permasalahkan. Kita semua tahu doa dan membaca al Quran adalah bentuk peribadatan kita kepada Allah Ta’ala. Dan kitapun semua tahu bahwa ibadah hanya akan diterima di sisi Allah Ta’ala jika dilandasi ikhlas karena Allah Ta’ala dan Ittiba’ (mengikuti) petunjuk Rasulullah Shalallahu’alaihissalam.

Demikian juga isi bunyi sms tersebut yang mewajibkan membaca surat atau ayat tertentu dari al Quran untuk kaum muslimin yang sedang mendapat musibah, hal itu adalah bentuk ibadah kepada Allah. Namun, apakah hal itu juga pernah dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya? Atau -to do point aja- mana dalilnya??

Namun setahu ana bacaan Qunut Nazilah – lah yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu’alaihissalam ketika 70 sahabat penghafal Al Quran dibantai oleh kaum kuffar. Beliau mendoakan kejelekan (dalam qunut nazilah) atas para pembunuhnya selama 30 hari pada setiap shalat subuh, hingga Allah Ta’ala menurunkan tentang mereka (para korban yang mengatakan), “Sampaikanlah dari kami kepada kaum kami, bahwa kami telah bertemu dengan Rabb kami. Maka Ia telah ridlo kepada kami dan kami pun ridlo kepada-Nya”. Kemudian beliau menghentikan doa qunutnya. (Lihat Sirah Nabawiyyah “Taman Cahaya di Atas Cahaya Perjalanan Hidup Rasulullah Shalallahu’alaihissalam“, karya Syeikh Shafiyyur-Rahman Al Mubarakfury, Penerbit Ash Shaf Media).

Dan juga tambahan dari Fadhilatusy Syeikh Muhammad bin Umar Bazmul hafidzahullah bahwa : Pembelaan kita tersebut harus dilakukan dengan cara yang syar’i. Cara yang syar’i itu tersimpulkan sebagai berikut:
– Kita membela mereka dengan cara do’a untuk mereka. Kita do’akan mereka pada waktu sepertiga malam terakhir, kita do’akan mereka dalam sujud-sujud (kita), bahkan kita do’akan dalam qunut (nazilah) yang dilakukan pada waktu shalat jika memang diizinkan/diperintahkan oleh waliyyul amr (pemerintah).

Jangan heran dengan pernyataanku “dalam qunut nazilah yang dilakukan dalam shalat jika memang diizinkan/diperintahkan oleh waliyyul amr.” Karena umat Islam telah melalui berbagai musibah yang dahsyat pada zaman shahabat Nabi, namun tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa para shahabat melakukan qunut nazilah selama mereka tidak diperintah oleh pimpinan (kaum muslimin).(sampai disini perkataan Syeikh Muhammad bin Umar Bazmul hafidzahullah, dikutip dari blog Ulama Sunnah)

Ikhwafillah rahimakumullah, setelah kita tahu maka wajib bagi kita menghentikan segala peribadatan yang TIDAK sesuai dengan apa yang pernah dicontohkan Rasulullah Shalallahu’alaihissalam. Termasuk penyebaran sms seperti itu. Ana jadi teringat hadist Rasulullah Shallahu’alaihissalam yang mengatakan:

“Jika kalian telah berjual-beli dengan sistem riba, berlaku zhalim, sibuk dengan dunia serta meninggalkan jihad, maka niscaya Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian. KEHINAAN itu tidak akan hilang, hingga kalian kembali kepada ajaran agama kalian.” (HR. Imam Abu Dawud nomor 3462 dengan sanad hasan).

Rasulullah Shalallahu’alaihissalam mengatakan “hingga kalian kembali kepada ajaran agama kalian”, itulah solusi yang tepat yang diberikan Rabbul ‘alaamin untuk mengangkat kehinaan yang melanda kaum muslimin saat ini.

Akhir kata, janganlah kita menambah kehinaan diri kita(kaum muslimin) dengan membuat – buat peribadatan yang tidak kembali kepada ajaran yang telah Allah dan Rasul-Nya ajarkan. Mudah – mudahan ini menjadi nasehat bagi ana pribadi dan saudaraku yang lainnya. Wallahu’alam

Advertisements

6 Responses

  1. Broda Bukan itu maksudnya
    “Pimpinan Hizbullah, libanon sydHasanNasrallah meminta Seluruh msulim utk MELAFADZKAN QS. AL-FATH ayat 26-27.
    MALAM INI.. tolong disebarkan agar Israel hancur. skrg masjid Al Aqsa
    Sdg diserang oleh IsraelSkutu. Mhn disebarkan ke 10orang. jangan
    dihapus klo blom disebarkan. ini amanat”

    kita berusaha dan di ayat 26-27 ini insya allah bisa jadi doa yang makbul untuk saudara2 kita di palestina…dengan niat yang ikhlas..

  2. @Bryan

    kita berusaha dan di ayat 26-27 ini insya allah bisa jadi doa yang makbul untuk saudara2 kita di palestina…dengan niat yang ikhlas..

    Surat Al Fath ayat 26-27 tidak berbunyi doa namun pernyataan Allah Ta’ala yang mengambarkan suatu kejadian yang dialami Rasulullah Shalallahu’alahissalam. Dan kalaupun itu doa, apakah pernah Rasulullah memakai ayat tersebut sebagai doa?? Tentu tidak ada dalil pun yg menyatakan demikian. Ya akhi -semoga Allah Ta’ala memeberkahimu-, niat yang ikhlas saja tidak cukup melegalisasi suatu amalan, apalagi mengklaim amalan itu akan diterima disisi Allah Ta’ala. Sehingga cukuplah kita simpulkan sekalipun ayat itu dibaca 1000 kali oleh 1000 orang dalam konteks doa utk Palestina tidak akan dikabulkan oleh Allah Ta’ala, karena Rasulullah sendiri mengatakan :

    Barangsiapa yang mengerjakan amalan yang tidak ada contoh dari kami maka (amalan) itu tertolak. (HR. Imam Muslim)

    …jangan dihapus klo blom disebarkan. ini amanat”

    Nah setelah kita tahu bahwa amalan itu tidak mendasarkan diri atas dalil yang shahih, maka sekalipun itu suatu amanat atau bahkan perintah, maka TIDAK perlu kita memenuhi amanat tersebut. Rasulullah bersabda :

    Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam maksiat kepada Allah.” (HR Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah, hadits no.197)

    Apalagi pesan amanat itu datang dr orang fasiq syiah (Hizbullah Lebanon, Sayid Hasan Nashrullah), maka wajib bagi kaum muslimin mengkoreksi terlebih dahulu segala berita yg bersumber dari mereka. Allah Ta’ala berfirman :
    ”Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kamu seorang YANG FASIQ membawa sesuatu berita, maka selidikilah (untuk menentukan) kebenarannya,……..(Al Hujuurat:6).

    Tidak henti-hentinya agama syiah menciptakan peribadatannya sendiri dengan cover “Islami”

  3. Assalamualaikum..

    Menurut aku sih ajakan buat membaca surah Al Fath itu bukan peribadatan yang membuat kita hina. Benar kata Bryan, yang penting niat kita, membaca Al Quran ayat apapun asal dengan ikhlas dan niat kepada Allah itu lah saya rasa maksud dari sms tersebut. Berprasangka baik saja, mungkin itu bentuk kepedulian yang bisa kita kontribusi untuk mereka. Kebetulan ayat tersebut menerangkan hal-hal yang bersangkutan dengan perang sekaligus mengingatkan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Menurut saya, sms tersebut hanya mengingatkan kita bahwa segala sesuatu itu kembali kepada Allah dan kita memohon ridha ny. Terima kasih atas pendapatnya. Mohon maaf apabila ada kata yang tidak berkenan.

    Wassalamualaikum..

  4. @Indah Parmalia

    …Menurut aku sih ajakan…

    waalaikumsalam warahmatullah…Ukhti, bukan menurut anti atau siapa, tapi katakanlah menurut Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Kalo setiap orang berpendapat dlm agama dg mengatakan “menurut aku sih begini…begitu…”, kapan umat ini akan bersatu dalam satu jalan kebenaran?? Gitu…Syukron sudah mampir.

  5. tidak perlu di reply, kalo ada sms surah al-Fath atau pesanan Hasan Nasrallah, kalo perlu balas aja sms itu, dengan lebih baik dari itu ialah sunnah Nabi yg melakukan qunut nazilah..

    Tidak ada salahnya juga kita baca surah al-fath
    yang penting hati ikhlas,LILLAHI TA’ALA,

    Ulama’ sejarah menggunakan istilah al-fath (pembukaan) di dalam setiap kejayan tentera Islam menawan sesuatu wilayah kerana mengambil pengajaran dari al-Quran. Sifat penaklukan itu bukan pemaksaan dan penjajahan, tatapi ia adalah pendedahan manusia kepada Islam, pemerintahannya dan keadilannya. Kemenangan di dunia dapat dilihat dari beberapa aspek sebagaimana dinyatakan di dalam Surah al-Nur ayat 55:

    Maksudnya:

    “Allah menjanjikan orang-orang yang beriman dan beramal soleh dari kalangan kamu (wahai Muhammad!) bahawa Dia akan menjadikan mereka khalifah-khalifah yang memegang kuasa pemerintahan di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang- orang yang sebelum mereka khalifah-khalifah yang berkuasa dan Dia akan menguatkan dan mengembangkan agama mereka dan Dia juga akan menggantikan bagi mereka keamanan setelah mereka mengalami ketakutan (dari ancaman musuh

  6. Melaksanakan sesuai perkara yang disunnahkan oleh Rasulullah dan para sahabat beliau adalah lebih baik, dan amalan pada sms di atas tidak bersumber dari ajaran beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.
    maka kita pilih yang mana..

    “Barangsiapa yang mengerjakan amalan (dalam islam) yang tidak ada contoh dari kami maka (amalan) itu tertolak.”

    http://badar.muslim.or.id/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: