Motif dan Pendorong Cinta

cintaSungguh hebat perasaan orang yang lagi jatuh cinta. Tidak ada yang bisa merasakan kecuali dirinya sendiri dan Dzat yang telah menciptakannya. Perasaan ini tidak akan muncul kecuali ada pendorong. Pendorong cinta yang datang dari diri orang yang dicintai ada 3 macam :

  1. Pandangan dengan menggunakan mata maupun hati. Berapa banyak laki-laki yang mencintai wanita, hanya karena dia mendengar ciri-ciri wanita itu dan belum pernah melihatnya. Oleh karena itu, Rasulullah melarang seorang wanita memberitahukan sifat-sifat wanita lain dihadapan suaminya, hingga seakan-akan suaminya bisa melihat itu.1*)
  2. Anggapn yang baik. Sebab jika pandangan tidak disertai anggapan baik, mana mungkin cinta akan muncul?
  3. Mau memikirkan orang yang dipandang dan ada pertautan jiwa dengannya. Jika pikirannya lebih tertuju kepada orang lainyang dianggapnya lebih penting, maka cinta tidak akan tumbuh di hati. Maka ada pepatah, “CINTA ADALAH GERAKAN HATI MURNI”.

Jika ada yang bertanya, “Apakah ada ketergantungan kepada ketamakan untuk menjalin hubungan dengan orang yang dicintai ataukah tidak ada ketergantungan?” Pendapat manusia berbeda-beda dalam masalah ini, diantaranya :

  • ada orang yang mencitai keindahan secara utuh. Hatinya bergantung padanya, sekalipun cara yang diterapkan dan gambarnya bermacam-macam. Cinta seperti ini tidak tergantung kepada ketamakan.
  • Ada yang mencintai keindahan yang tidak utuh, baik karena ada hasrat menjalin hubungan atau tidak.
  • Ada yang hanya karena ingin menjalin hubungan. Jika sudah merasa putus asa untuk menjalin hubungan, maka cinta tidak lagi ada di hatinya.

Tiga gambaran ini seringkali dialami manusia. Jika ada pandangan , anggapan baik, memikirkan dan ketamakan, maka seluruh nadinya akan tergetar, orang dicintai bisa menjadi pembunuhnya, penyakit bisa menjangkitinya, namun dokter manapun tidak akan mampu mengobatinya. Seorang penyair berkata :

Demi Allah,

tiadalah cinta menawan orang yang dimabuk cinta

melainkan dia akan membelah jiwanya

Jika pandangan merupakan permulaan tumbuhnya cinta, maka tidak selayaknya seseorang menjadikan dirinya sebagai tawanan terus-menerus lewat matanya. Jika sudah berbicara tentang pandangan, maka ada baiknya jika kita berbicara tentang hukum dan malapetaka yang diakibatkannya.

Note : 1) Diriwayatkan dari al-Bukhari,”Janganlah wanita bergaul dengan wanita lain, lalu dia     memberitahukan sifat wanita itu kepada suaminya, seakan-akan dia dapat melihatnya”

Dinukil dari Buku :”Taman Orng-Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu”, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Penerbit : Darul Falah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: