Info Kajian : Dr. Ali Musri Semjan Putra

HADIRILAH…

Kajian : ” Dahsyatnya Ayat Kursi “

Bersama : Al-Ustadz Dr. Ali Mushri Semjan Putra.

Hari : Ahad 11 Sya’ban 1430H /02 Agustus 2009

Waktu : 8.30 – 11.00 wwbi

Tempat : Masjid Sholahudin
(Perum Puri Surya Jaya, Gedangan Sidoarjo )

Contact person :
Aan 031-77976168
Diselenggarakan oleh :
Majlis Ta’lim I’tibaussunnah bekerjasama dengan takmir masjid Sholahudin

Kisah Nabi Yusuf dan Meminta Jabatan

kursi jabatan

kursi jabatan

Penjelasan Asy-Syaikh Abdul Malik Ramadhani tentang Kisah Nabi Yusuf :

Orang yang berdalil dengan kisah masuknya Nabi Yusuf dalam siyasah (pemerintahan) telah tenggelam dalam kesalahan. Yaitu ketika beliau mengatakan:

اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ

”Jadikanlah aku bendaharawan negara Mesir.” (Yusuf: 55)
Padahal beliau tidak memasuki tugas ini kecuali setelah mendapatkan persaksian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tertulis pada persaksian tersebut:

إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ

”Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi sangat berpengetahuan.” (Yusuf: 55) [1]

Ahli balaghah (sastra Arab) dapat membedakan antara kata الْحَافِظُ (yang berarti menjaga) dengan kata الْحَفِيظُ (yang sangat pandai menjaga), juga antara kata الْعَالِمُ(yang berilmu) dengan kata الْعَلِيمُ (yang sangat berpengetahuan). Maka perhatikan hal ini, karena sesungguhnya ini termasuk rahasia-rahasia Al-Qur`an yang penuh hikmah. Read more »

Mereka Berkata : “Allah belum memberiku hidayah (untuk berhijab)”

Jilbab Muslimah

Jilbab Muslimah

Para akhawat yang tidak berhijab banyak yang berdalih: ”Allah belum memberiku hidayah. Sebenamya aku juga ingin berhijab, tetapi hendak bagaimana jika hingga saat ini Allah belum memberiku hidayah?, do’akanlah aku agar segera mendapat hidayah!”

Ukhti yang berdalih seperti ini telah terperosok dalam kekeliruan yang nyata. Kami ingin bertanya: ”Bagaimana engkau mengetahui bahwa Allah belum memberimu hidayah?”
Jika jawabannya, ”Aku tahu”, maka ada satu dari dua kemungkinan:

Pertama, dia mengetahui ilmu ghaib yang ada di dalam kitab yang tersembunyi (Lauhul Mahfuzh). Dia pasti mengetahui pula bahwa dirinya termasuk orang-orang yang celaka dan bakal masuk Neraka.
Kedua, ada makhluk lain yang mengabarkan padanya tentang nasib dirinya, bahwa dia tidak termasuk wanita yang mendapatkan hidayah. Bisa jadi yang memberitahu itu malaikat atau pun manusia. Jika kedua jawaban itu tidak mungkin adanya, bagaimana engkau mengetahui Allah belum memberimu hidayah? Ini salah satu masalah. Read more »

Download Audio : 6 Pilar Utama Dakwah Ahlus Sunnah

imagesDikatakan kepada Abdurrahman bin Mahdi : “Sesungguhnya Fulan telah menulis buku yang membantah ahlul bid’ah.” Beliau bertanya: “Dengan apa dia membantahnya, apakah dengan Al-Kitab dan As-Sunnah?” Dijawab, “Tidak, dia melakukan bantahan dengan akal dan teorinya.” Beliau berkata: “Dia telah menyelisihi As-Sunnah, dia membantah bid’ah dengan bid’ah (yang lain)”. (Shaunul Mathiqi wal Kalaam oleh Imam As-Suyuthi (hal.131)) Diambil dari kata pengantar Asy Syeikh Abdul Malik bin Ahmad Ramdhani dari Kitab Sittu Duror Min Ushuul Ahlil Atsar

Berikut adalah kajian yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Yahya Badrussalam, Lc terkait pembahasan Kitab Sittu Duror Min Ushuul Ahlil Atsar (6 Pilar Dakwah Ahlus Sunnah) karya Asy-Syeikh ‘Abdul Malik bin Ahmad Ramdhani hafidzahullahu

PKS: Bu Ani Jangan Pakai Jilbab Jelang Pemilu

JakartaSetelah dipandang sebagai pihak yang mengusulkan agar Bu Ani Yudhoyono memakai jilbab, kini PKS justru menyarankan hal sebaliknya. Ketua DPP PKS Zulkieflimansyah meminta Bu Ani tidak menutup auratnya menjelang pemilu.

“Bu Ani jangan pakai jilbab menjelang pemilu. Elektabilitas berpengaruh malah jadi blunder,” katanya kepada wartawan di Gedung DPR, Jumat (29/5/2009).

Pria yang akrab disapa Zul ini mengatakan kalau partainya tidak pernah memaksa-maksa istri SBY itu memakai jilbab. Dalam memakai jilbab tidak ada paksaan.

“Memakai jilbab memang disarankan dalam agama Islam. Tentu saja tidak ada paksaan. Apalagi Ibu Ani sebagai simbol negara,” terangnya. Read more »

Etika Memberi Salam

Assalamu'alaikum

Assalamu'alaikum

  1. Makruh memberi salam dengan ucapan: “Alaikumus salam” karena di dalam hadits Jabir Radhiallaahu ‘anhu  diriwayatkan bahwasanya ia menuturkan : Aku pernah menjumpai Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam maka aku berkata: “Alaikas salam ya Rasulallah”. Nabi menjawab: “Jangan kamu mengatakan: Alaikas salam”. Di dalam riwayat Abu Daud disebutkan: “karena sesungguhnya ucapan “alaikas salam” itu adalah salam untuk orang-orang yang telah mati”. (HR. Abu Daud dan At-Turmudzi, dishahihkan oleh Al-Albani).
  2. Dianjurkan mengucapkan salam tiga kali jika khalayak banyak jumlahnya. Di dalam hadits Anas disebutkan bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam apabila ia mengucapkan suatu kalimat, ia mengulanginya tiga kali. Dan apabila ia datang kepada suatu kaum, ia memberi salam kepada mereka tiga kali” (HR. Al-Bukhari). Read more »

Bincang-Bincang Tentang Hukum “Facebook”

Demam Facebook

Demam Facebook

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.

Para pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah Ta’ala. Belakangan ini di antara kita pernah mendengar fatwa haramnya Facebook, sebuah layanan pertemanan di dunia maya yang hampir serupa dengan Friendster dan layanan pertemanan lainnya. Banyak yang bingung dalam menyikapi fatwa semacam ini. Namun, bagi orang yang diberi anugerah ilmu oleh Allah tentu tidak akan bingung mengenai fatwa tersebut.

Dalam tulisan yang singkat ini, dengan izin dan pertolongan Allah kami akan membahas tema yang cukup menarik ini, yang sempat membuat sebagian orang kaget. Tetapi sebelumnya, ada beberapa preface yang akan kami kemukakan.Semoga Allah memudahkannya. Read more »

Hizbut Tahrir berkata : “Aku menerima hadits (ahad) dalam Bukhary adalah shahih, namun aku TIDAK mengimaninya”

PERTANYAAN : Mereka (Hizbut Tahrir) mengatakan, “Aku menerima hadits (ahad) dalam Bukhary adalah shahih, namun aku tidak mengimaninya.” Apakah sebaiknya jawaban dan sikap kita terhadap orang seperti ini?

JAWABAN: Teks perkataan mereka tersebut terdapat dalam kitab mereka ad-Dusiyah [1] mengenai hadits (ahad) tersebut. Sebagai contohnya adalah hadits berikut, ”Ketika kamu selesai dari tasyahud akhir, ucapkanlah : ‘Ya Allah aku berlindung kepadamu dari siksa kubur dan siksa api neraka dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan mati dan fitnah al-Masih ad-Dajjal.’

Mereka (Hizbut Tahrir) mengatakan, ‘Aku mengamalkan hadits ini sebagai ilmu, oleh karena itu kami mengucapkan do’a tersebut, namun kami tidak mengimani (berita/kandungannya)!?” hal ini sungguh pertentangan yang gila! Bagaimana mungkin engkau membenarkan/menetapkan suatu pernyataan, namun engkau tidak meyakininya/mengimaninya? Hal ini sungguh tidak rasional/tidak masuk akal! Read more »

Bolehkah Membaca Al-Ma’tsurot?

Pertanyaan:
Apa kita boleh membaca Al-Ma`tsurot? Tolong dijawab.

Jawaban: Al-Ma`tsurat adalah kitab kecil yang berisi dzikir-dzikir dan do’a-do’a. Kitab ini ditulis oleh Hasan Al-Banna, pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin yang beraqidahkan shufiyyah. Di dalam kitab tersebut tidak dijelaskan derajat haditsnya, apakah shahih, hasan atau dha’if, sehingga kita tidak merasa aman dan tenang dalam mengamalkannya, walaupun memang di dalamnya disebutkan sebagian hadits-hadits yang shahih. Read more »

Membongkar Selubung Hizbut Tahrir (III)

Hizbut Tahrir

Hizbut Tahrir

Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”kebanyakan dari umatku yang mati berdasarkan pada Kitabullah dan Al Qadha wal Qadar dai Allah adalah karenanya al anfus (dicabutnya nyawa)” (HR. Al Haitsami dalam Majma’uz Zawa’id 5/6, Ibnu Hajar menshahihkannya dalam Fathul Bari 10/167)

Hizbut Tahrir mengatakan bahwa aqidah Islam yang ada pada Hizbut Tahrir adalah bersandarkan pada akal dan siyasi (Al Iman halaman 68 dan Hizbut tahrir halaman 6). Maka akal orang-orang ini adalah dasar dari agama. Mereka berkata “kami mengetahui Allah berdasarkan akal kami”. Tapi bertentangan dengan pernyataan ini, adalah pernyataannya Umar Bakri, bahwa salah satu sebab perpecahan di kalangan muslimin adalah ketika sebagian kaum muslimin menggunakan akal dalam membahas permasalahan aqidah (Tafsir surat Al Ma’idah 5/29). Read more »